Para pendaki paham sinergitas lebih intim dari yang lain, mereka memang menggunakan energi, tetapi terserap dalam sinergi yang apik, itu mengapa solidaritas mengalir seperti darah bagi mereka.

Melebur sifat ego adalah hal sederhana, terbiasa memandang sendal atau sepatu (bawahan) sebagai sesuatu yang sangat berjasa. Juga tidak melupakan topi (atasan) sebagai sesuatu yang harus tetap ditempatkan di atas.

Bagi mereka, ekosistem lebih hebat dari ekonomi. Logika ekologi lebih membangun dari logika-logika pembangunan lainnya. Cara berpolitik mereka lebih menjanjikan "the good way" untuk memaknai hidup. Maka tidak berlebihan jika Henry Dunant berkata "Selama sebuah negara tidak kehabisan para pecinta alam, maka negara tersebut tidak akan pernah kekurangan pemimpin".

Mereka yang bersahabat dengan alam, telah "selesai" dengan dirinya. Bukankah itu adalah sebaik baik pemimpin?

Adalah benar bahwa alam hadir untuk mengakomodir kebutuhan, tetapi kita terkadang lupa di mana harus menempatkan topi atau sepatu.

Kita sering mengompromikan kebutuhan, tapi tanpa sadar terkadang mencederai kebutuhan. Harusnya, orang yang telah "selesai" dengan dirinya, paham apa yang akan dilakukannya.
https://www.profitableratecpmnetwork.com/w91fvdmmz?key=3f01fabbe34d4c573d51ea8981b9cdf5