Surat Cinta ke 3 (terakhir) Untuk Sang
Presiden[1]
Refleksi Sampang & Hukum Sejarah
Surat cinta ketiga sekaligus yang terakhir
ini InsyaAllah akan dihadirkan dalam sebuah buku berjudul : Presiden SBY &
Syiah Sampang: Kisah Harapan yang Terbengkalai.
Sebuah kumpulan tulisan catatan atas
Lemahnya Negara /Tidak hadirnya negara membela hak pengungsi Sampang Semoga
generasi mendatang melihat bagaimana kekuasaan politik telah menggerogoti rasa
kemanusiaan yang sangat sensitif jika dirinya disinggung tetapi tampak biasa
saja ketika martabat bangsa disadap oleh kepentingan internasional dan kelompok
agama yang memaksakan kehendaknya.
Wahai Sang Presiden, tengoklah duka
mereka, sebentar lagi duka itu akan membawa pesan pada kehidupan Anda setelah
2014 Semoga sejarah tidak menghukum Anda, karena kami yakin itikad baik Anda,
tetapi semua aparatus negara ada dalam kendali Anda, semoga Anda tidak gagal
membaca arah dari aparatus Anda yang mungkin bergerak atas arahan Anda tetapi
menggunting dalam lipatan, wajahnya tampak utuh di depan Anda tetapi terbelah
ketika berada di belakang Anda Karena bisa jadi mereka tahu bahwa arahan Anda
TIDAK TERARAH sehingga bisa diarahkan dalam kepentingan aparatus Anda.
Aparat ini wajahnya memang menghadap
kebelakang, lisan kebijaksanaan dan kecendekiawanan tidak menjadi jaminan bahwa
di situ tidak ada ego dan watak intelektual yang arogan, karena tampaknya
intelektual kita adalah semata kesarjanaan yang penuh gelar akademik bukan
tradisi yang bercawan kebijakan
Buku ini bukan ulasan teologis,
semata-mata untuk mendokumentasikan kepongahan negara lewat kepemimpinan yang
lemah dan jiwa yang tersanjung oleh pujian, tersakiti oleh hinaan yang mungkin
tampak hidup dengan hanya urusan menyapa pujian dan mengklarifikasi hinaan
Wahai Sang Presiden berhentilah sejenak
bicara demokrasi yang Anda banggakan, karena kami tidak bisa membanggakan
demokrasi Anda tanpa perhatian sepenuhnya untuk menuntaskan masalah
kemanusiaan. Ini bukan sunni, bukan Syiah, ini bukan partai D, atau Partai
bukan D, ini masalah MANUSIA YANG TERANIAYA, ini MANUSIA YANG TERHINAkan oleh
bangsanya sendiri, masih adakah Anda bersama negara yang Anda pimpin...
A.m.Safwan
(Madrasah Murtadha Muthahhari RausyanFikr
Institute)
[1]
Tulisan ini dikopy pada postingan akun facebook
anonym RousyanFikr Institute. Dengan tidak bermaksud untuk mengklaim atau
semacamnya, hanya ingin berbagi tulisan yang baik untuk diketahui
oleh banyak pihak.
